Terkini
Memuat berita terkini...

Dugaan Pelayanan Buruk,Berobat Di Puskesmas Kecamatan Galang Disorot,Dinkes dan Bupati Deli Serdang Diminta Turun Tangan dan Evaluasi Total

GALANG | DELI SERDANG | MatapenaewsTV.com - Pelayanan kesehatan di Puskesmas Galang,Kecamatan Galang,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera kita kembali menjadi sorotan masyarakat sekitar dan publik usai Vidio keributan dari keluarga pasien terkait dugaan pelayanan yang dinilai kurang maksimal terhadap seorang pasien bernama Zepry Dani Barus,Sabtu (12/9/2026).

Keluhan tersebut bermula Zepry Dani Barus warga kelurahan Galang,Kecamatan Galang saat berobat dan untuk mendapatkan pertolongan medis pada hari Rabu 9 September 2026 pukul 23.00 Wib diketahui mengalami sesak nafas.

Menurut keterangan keluarga pasien, setibanya di Puskesmas Galang, mereka berharap mendapatkan pelayanan terbaik.Namun keluarga mengaku malah mendapatkan pelayanan yang sangat tidak manusiawi.

“Kami bukan mau mencari-cari kesalahan puskesmas,penyakit sesak nafas ayah saya kambuh bang dan pada saat malam itu ayah saya di bawak ke ruangan yang ber AC bang,masak tiba-tiba perawat menanyak-nanyak terus sama ayah sama yang mengatakan mana keluarga bapak-mana keluarga bapak padahal kami terlihat mondar mandir nya bang,klau kayak gitukan jadinya ayah saya ngak bisa istirahat bang, lalu perawat tiba-tiba mematikan AC diruangan tersebut bang dan pintu ruangan dibuka dia bang,seolah-olah macam tidak suka gitu bang,Ucap Rivaldo anak pasien kepada awak media.

Keluarga pasien menilai perawat yang pada saat itu berdinas malam dipuskesmas Galang diduga sangat-sangat keterlaluan membuat pelayanan seperti itu, padahal bapak Bupati Deli Serdang Asriludin tambunan mengatakan untuk kesehatan masyarakat sangat di prioritaskan jangan dibuat ribut dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam vidio yang beredar menunjukan keributan didalam IGD,seorang pria cekcok dengan petugas puskesmas.Pasien yang sesak nafas disebut-sebut disuruh melepas oksigen.

Warganet Ikut Curhat Didalam Komentar

Banyak warga mengaku pernah menjadi korban pelayanan yang sama salah satunya :

- Berinisial N didalam komentar mengatakan, pelayanan buruk,muka jutek,pelayanan terpaksa padahal butuh di infus dan oksigenneh malah disuruh buat surat rujukan.Giliran kita berkeras eh malam dikerjain,tapi 10 menit oksigen dicabut dan infus pun dicabut serta AC dimatikan.Padahal kondisi belum membaik.Diprotes malah petugas tersebut mengatakan "jangan atur cara kerja kami",sungguh ironis 8 tahun yang lalu

Warga masyarakat kecamatan Galang menilai pelayanan di puskesmas tersebut tidak ramah,terkesan tidak profesional.

Diminta kepala kepala dinas kabupaten Deli Serdang dr. Tetti Rossanti Keliat, M.K.M. dan bapak Bupati Deli Serdang dr.H.Asri Ludin Tambunan untuk segera mengevakuasi kepala puskesmas Galang serta pegawainya.

Keluhan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar pelayanan publik di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sebab, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib diberikan secara profesional, manusiawi, transparan, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Jika terbukti terdapat pelanggaran prosedur dan yang tidak sesuai ketentuan, atau tindakan yang mengabaikan keselamatan pasien, maka pihak terkait dapat dikenakan evaluasi administratif hingga sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan pembinaan.

Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Jangan sampai masyarakat yang datang meminta pertolongan justru merasa dipersulit. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi pelayanan, komunikasi petugas.

Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada masyarakat kecil yang merasa tidak mendapatkan hak pelayanan kesehatan karena persoalan prosedur maupun administrasi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.

Reporter : Redaksi /RHL

Facebook WhatsApp X Telegram